Di minggu pertama pemutarannya, Film 'Dilan' menelurkan catatan yang cukup baik, yaitu dengan memperoleh lebih dari 1 juta penonton dalam kurang dari satu pekan. Alasannya, enggak lain dan enggak bukan, adalah karena novel seri Dilan yang digandrungi masyarakat, terutama kalangan muda. Dengan kisah dan gaya percintaan yang unik antara Dilan dan Milea, banyak anak muda baper yang penasaran akan filmnya.
Di dunia maya, popularitas film 'Dilan' pun jadi raja. Salah satu fenomena paling populer adalah petikan dalam novel sekalius dialog dalam filmnya, yang belakangan dijadikan meme dan sering diplesetkan di medsos:
Tapi, ketika para mahasiswa ngenes membaca maupun mendengar kutipan dialog film di atas, sudah dipastikan mereka bakal ketawa ngakak penuh remeh, sebab rindu yang dirasakan Dilan dan Milea itu enggak ada apa-apanya dibanding derita mereka.
Menahan sadisnya dunia perkuliahan saja bisa, apalagi cuma menahan rindu. Atas dasar ini, Kawula Muda merangkum 5 hal yang jauh lebih berat dibanding rindunya Dilan.
1. Revisi skripsi
Begadang dan segala aktivitas lain yang menyiksa ginjal sudah kamu lakukan. Dengan penuh percaya diri, kamu memberikan skripsimu kepada sang pembimbing. Hasilnya? Coret-coretan indah mewarnai tiap lembar di skripsimu. Terpaksa kerjain lagi. Menguras otak (dan ginjal) lagi. Apalagi kalau revisinya cuma salah typo atau tanda baca doang, kan sayang kertas :( #MahasiswaPecintaLingkungan
2. Janjian bimbingan
Dilan belum ngerasain aja gimana beratnya janjian sama dosen buat bimbingan skripsi. Niat mah ingin lulus cepat agar bisa bekerja dan sering-sering nraktir Milea, namun apa daya, bimbingan aja selalu batal. Alasannya pun beragam, tapi yang paling bikin kesel adalah ketika mereka batalin janji 10 menit sebelum waktu ditentukan, atau bahkan lupa sama sekali kalau mereka pernah bikin janji sama kalian. Ada lho. Adaaa…….
3. Duit habis sebelum akhir bulan
Boro-boro jajan, buat beli nasi bungkus saja duit bulanan sudah di titik nadir. Mau minta kirimin duit orang tua, ndak tega mintanya. Alhasil, kamu harus menahan gengsi dengan minjem duit temen atau ngemis ke kost-an temenmu buat numpang makan.
Sedangkan Dilan, syukur alhamdulillah, hanya merindu kekasihnya (yang paling besok-besok masih bisa ketemuan janjian di kantin). Bukan melapar semalaman :(
4. Ngulang matkul
Ngulang matkul sama saja artinya dengan mengulang kembali beban SKS yang sama. Otomatis, kelulusanmu terlambat. bahkan, kamu harus memperpanjang semester untuk menyelesaikan matkul tersebut. Terbayang kembali raut wajah orang tuamu yang otomatis harus bayar semesteran dan segala tetek bengeknya di periode berikutnya.
Sedangkan Dilan, Alhamdulillah, masih bisa ikut remedial atau nyogok gurunya pakai Holland Bakery supaya nilainya dikatrol sedikit.
5. Melihat temen-temen sudah wisuda
Dilan belum paham gimana beratnya melihat teman di sekelilingnya sudah wisuda, sedang ia masih harus ikut kelas. Dilan pun enggak paham gimana galaunya ia menyeimbangkan kuliah dengan aktif di organisasi dan me-maintain kehidupan sosial yang fana itu-- salah satu penyebab utama ia gagal lulus semester ini.
Ah, mungkin Dilan juga belum paham, jika suatu nanti ia telat wisuda bisa-bisa Milea sudah digacul duluan sama yang udah sarjana.
Tapi maklumlah, biarkan Dilan dan Milea terjerat asmara dan kerinduan yang begitu menenggelamkan. Kita doakan semoga Dilan selalu diberi kekuatan untuk menanggung rindu yang begitu berat tak terperi itu. Kalau kata anak zaman sekarang mah: Nanti juga lo paham.
Curhat ya mel
BalasHapusCurhat ya mel
BalasHapusLengkap sekali ya mel. 😂
BalasHapusNanti lo juga paham 😂
BalasHapusGooooddd
BalasHapusGooooddd
BalasHapusNice cuy
BalasHapusNice cuy
BalasHapus